Aliansi LSM Tangerang: Hilangnya Aset Tanah Ratusan Miliar Harus Diusut Aliansi LSM Tangerang Minta Walikota Bentuk Tim

Lahan eks terminal Cikokol saat ini sebagian berpungsi sebagai kawasan komersil, seperti yang terlihat saat ini.

HT, KOTA TANGERANG-Aliansi LSM Tangerang meminta agar Walikota Tangerang Arief R Wismansyah membentuk tim khusus, guna menelusuri dugaan aset tanah milik Pemkot Tangerang yang hilang.

Pasalnya selain merugikan masyarakat Kota Tangerang, dugaan hilangnya aset tanah milik Pemkot Tangerang ini sarat dengan penyimpangan. "Masalah ini tidak pernah tuntas sampai Kota Tangerang dipimpin oleh tiga Walikota defenitif, mulai dari Zakaria Machmud, Mohamad Thamrin, hingga Wahidin Halim," ujar Yanuar Mahesi Koordinator LSM Kumparan kepada hariantangerang.com, Rabu (05/02/2014).

Untuk itu tambah Yanuar, Aliansi LSM Tangerang meminta agar Walikota Tangerang saat ini Arief R Wismansyah bisa melakukan langkah konkret, untuk menyelamatkan aset milik Pemkot Tangerang yang hilangan. "Mumpung baru menjabat, Arief harus mengambil langkah cepat, jadi bisa terungkap dengan jelas, kemana aset-aset yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah tersebut hilangnya," katanya.

Lebih Yanuar menyatakan, jika memang ada faktor kesengajaan dari beberapa oknum pejabat di Kota Tangerang dan pihak ketiga, maka Walikota perlu mengambil langkah hukum sebagai bentuk penyelamatan aset daerah. "Nilainya tidak sedikit, dan tanah-tanah yang hilang itu letaknya sangat strategis, jadi mempunyai nilai ekonomi tinggi, salah satunya yang berada di kawasan Cikokol saat ini, dimana disitu sudah berdiri pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tangerang yaitu Tangerang City Mall," katanya.

Saat ini tambah Yanuar, Aliansi LSM Tangerang masih meminta Walikota Tangerang untuk mengambil langkah penyelamatan, namun jika tidak ada tindakan konkret maka pihaknya akan mengambil langkah-langkah hukum untuk melaporkan masalah ini ke aparat penegak hukum, karena sarat terjadinya penyimpangan dan korupsi. "Yang paling bertanggungjawab disini jelas adalah bagian aset, berdasarkan data-data yang ada pada kita, jelas ada perbedaan data dari pihak Kabupaten Tangerang dengan Bagian Aset Pemkot Tangerang, dan ini patut menjadi pertanyaan," katanya.

Sebelumnya berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Seketaris DPKAD Kota Tangerang, Aan Ikbal jumlah aset tanah yang tercatat di DPKAD Kota Tangerang jauh lebih kecil dari data yang diungkap oleh Aliansi LSM Tangerang. 

"Yang jelas berita itu tidak benar, semua surat aset itu berada di DPKAD Kota Tangerang, surat sertifikat lengkap," kata Aan saat ditemui hariantangerang, (4/02/2014) kemarin. 

Lebih jauh Aan menyatakan perlu diketahui serifikat aset tanah itu diproses oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang bukan Pemerintah Kota Tangerang."Pemerintah Kota Tangerang hanya menerima bersih  sertifikat tersebut," katanya. 

Diketahui menurut hasil data tertulis yang didapatkan Harian Tangerang dari DPKAD Kota Tangerang bahwa luas eks Terminal Cikokol 3.990 M2 serta, sedangkan terminal Cimone hanya 1,9 Ha. "Kedua sertifikat tersebut diproses oleh Pihak Pemkab Tangerang, jadi jika memang ada kekurangan angka silahkan anda bisa mengkonfirmasi ke pihak yang terkait," katanya.

Sementara mengenai tanah bebas seluas 2.300 m2 di depan eks Gedung DPD Golkar Kabupaten, Aan menyatakan data tanah tersebut tidak pernah diterima oleh Pemkot Tangerang. 

Namun kemudian Aan meralat pernyataannya, dan menyatakan jika eks terminal Cikokol sesuai berita acara seluas 23.990 M2, dan tidak berkurang. Kemudian Terminal Cimone Aan juga menyatakan tidak ada yang berkurang seluas 19.450 M2, sedang tanah di depan eks Kantor DPD Golkar Kabupaten Tangerang juga tercatat yaitu seluas 2.300 M2 juga tercatat dalam daftar inventaris di DPKAD Kota Tangerang.

"Kesimpulan tidak ada yang berkurang dari hasil penyerahan Kabupaten Tangerang ke Kota Tangerang," kata Aan.

Namun pernyataan Aan yang meralat pernyataan sebelumnya, tampaknya makin membingungkan, karena menurut Anggota Aliansi LSM Tangerang lainnya Ahmil koordinator LSM Lipan, Aan terlihat tidak konsiten dengan pernyataannya, dan pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. "Kita bisa  lihat sekarang berapa luas hutan kota yang berada di eks Terminal Cikokol saat itu, apa sampai 2,3 hektar, begitu juga dengan terminal Cimone, jelas-jelas di data yang diserahkan tercatat 3 hektar, tapi kok ini jadi 1,9 ha, begitu juga dengan tanah di depan eks Kantor DPD Golkar Kabupaten Tangerang, sekarang bisa dilihat jadi apa, jadi bagian dari Tangerang City Mall," katanya.

Diketahui Aset berupa tanah milik Pemkot Tangerang yang berasal dari penyerahan aset dari Kabupaten Tangerang pada saat Kota Tangerang berdiri pada tahun 1993, diduga banyak yang menghilang. Berdasarkan penelusuran aliansi LSM Tangerang, seperti yang diungkapkan Ahmil koordinator LSM Lembaga Pemantau Aparatur Negara (Lipan). Diduga nilai aset tanah yang menghilang tersebut mencapai ratusan miliar rupiah. "Jika dikalkulasi dengan harga tanah sekarang di Kota Tangerang, nilai aset tanah yang hilang tersebut mencapai ratusan miliar rupiah, sebagian besar aset tanah tersebut berubah pungsi menjadi tempat komersil," ujar Ahmil kepada hariantangerang.com, Selasa (04/02/2014).

Ahmil menjelaskan berdasarkan hasil investigasi Aliansi LSM Tangerang diketahui aset berupa tanah yang diserahkan Kabupaten Tangerang kepada Pemkot Tangerang pada tahun 1995 mencapai 448 bidang tanah dengan luas mencapai 883.034,54 M2 dengan nilai mencapai Rp 200 miliar lebih. Selain tanah Pemkab Tangerang saat ini juga menyerahkan 314 unit gedung dengan luas mencapai 93.947,99 M2 dengan nilai mencapai Rp 28 miliar lebih. "Surat penyerahan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jabar pada tanggal 7 Juni 1995 yang berdasarkan SK Bupati Tangerang no 135.2/1470-PLK/1995 pada tanggal 30 Mei 1995, semua data ini ada pada kami, bahkan kami pun sudah mendapatkan surat penegasan dari Bupati Tangerang pada tahun 2012 lalu, bahwa aset itu memang sudah diserahkan kepada Pemkot Tangerang," kata Ahmil.

Namun tambah Ahmil, yang menjadi pertanyaan sebagian dari aset tanah tersebut diduga telah menghilang, diantara lahan Terminal Cimone yang dalam data penyerahan aset tersebut luasnya mencapai 30.000 M2 atau  3 hektar, tanah kosong yang terletak di depan eks Gedung DPD Golkar Kabupaten Tangerang di Jalan Perintis Kemerdekaan seluas 2.300 M2, tanah kosong untuk kantor KADIN Kota Tangerang seluas 1.370 M2 yang terletak di kawasan perkantoran Cikokol, serta eks terminal Cikokol seluar 23.990 M2 atau sekitar 2,3 hektar. "Kami menduga aset tanah tersebut kini menjadi kawasan komersil, kita lihat saja terminal Cimone apakah luasnya mencapa 3 hektar, atau tanah kosong di depan eks Kantor DPD Golkar Kabupaten Tangerang, sekarang bisa dilihat menjadi apa, begitu juga dengan eks Terminal Cikokol yang sekarang menjadi hutan kota, apakah luasnya mencapai 2,3 hektar?, dan kemana tanah milik KADIN Kota Tangerang yang berada di kawasan perkantoran Cikokol?," ujar Ahmil.(fer/can)

 


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait