DPRD Inginkan Kuota Ideal CPNS K II


HT, KOTA TANGERANG-Rapat pembahasan kuota CPNS K II antara DPRD dan Badan Kepegawaian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) belum menemukan kata sepakat.
Masalahnya jumlah kebutuhan CPNS harus disesuaikan dengan beban APBD Kota Tangerang. "Kita ini mitra komisi,  karena yang menjadi penanggungjawab itu Walikota dan ini tentu menjadi beban APBD, jangan asallah soal kuota CPNS K II ini," kata Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tangerang, Hapanudin kepada hariantangerang.com, Jumat, (21/02/2014).

Menurut Hapanudin, rapat kerja ini memang hanya sekedar membahas jumlah kuota yang ideal dibutuhkan untuk Pemkot Tangerang. "Kita ingin tahu berapa jumlah kuota yang lulus pada saat ini," ujarnya. 

Hapanudin memahami pembahasan ini sulit mencapai kata sepakat. "Karena kita semua sudah diatur oleh peraturan pemerintah pusat. Jadi pada intinya kita membahas,  hal yang normative saja," terangnya sambil menegaskan tujuan pembahasan itu agar CPNS K II bisa diterima semua. "Keinginan kami sebenarnya inginkan CPNS Kategori II itu lulus semua, karena keinginan kita lebih sosial,"

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang,  Dadi Budaeri mengatakan pihaknya tentu akan mengikuti landasan hukum yang ada. "Ada ketentuan dari peraturan pemerintah setelah rekruitmenya nanti," ujarnya sambil menggambarkan seperti apa peraturan pemerintah hal itu terkait dengan P3K. 

Lebih jauh kata Dadi, BKPP minggu depan akan diajak membahas bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) pada 26 Pebruari 2014. "BKPP Kota Tangerang diundang  mungkin terkait peraturan yang baru,  karena belum terlalu jelas. Jumlah CPNS Kategori II saat ini  ada 2800 orang," ungkapnya. 

Seperti diketahui pemerintah telah mengumumkan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk honorer K2. Di Kota Tangerang, dari jumlah peserta 2.882 honorer K2 yang mengikuti tes, hanya 29,8% atau 859 orang saja yang lolos tes. (adv)


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait