10/02/2014 16:21   Otomotif     motor   otomotif   pabrikan   penjualan   turun    
     

Penjualan Motor Turun 17% Pada 2013


HT, JAKARTA-Fluktuatif pada bisnis otomotif merupakan hal biasa, seperti yang dialami penjualan motor bebek pada 2013 ini, yang mengalami penurunan hingga 17.1%.
Berdasarkan catatan, pada 2012 penjualan motor bebek mencapai 2.139.118 unit. Namun pada 2013 hanya mampu 1.771.720 unit. 

turun drastis ketimbang penjualan di 2012. Di 2012, penjualan motor bebek bisa mencapai 2.139.118 unit, sedangkan di 2013 turun 17,1% menjadi 1.771.720 unit. "Saat ini kontribusi penjualan motor sekitar 22,80% dari total penjualan," kata Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit di Jakarta, Senin, (10/2/2014)

Malah kata Sigit, penjualan motor bebek pada 2014 juga  diprediksi akan kembali mengalami penurunan. Meski secara total tahun ini penjualan motor akan meningkat, namun kontribusi penjualan motor bebek akan semakin mengempis. 

Menurut Sigit, kontribusi penjualan untuk tipe motor bebek tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan kini konsumen lebih memilih membeli motor yang lebih praktis dikendarai, yaakni motor matik. "Konsumen lebih memilih dari sisi kepraktisan berkendara," ujarnya

Hal senada juga diungkapkan oleh TVS Motor Company Indonesia. Manajemen TVS memprediksi penjualan motor bebeknya akan mengalami penurunan di 2014 ini. Sedangkan untuk motor matik akan mengalami peningkatan. Di 2013 lalu, motor bebek TVS terjual sekitar 13.277 unit."Motor bebek sekitar 4.800-5.000 unit per tahun. Ya sekitar 16% dari target total kami di 2014," kata Chief Marketing Officer TVS Motor Company Indonesia, Herry B. Dragono

Herry berpendapat dengan kondisi seperti ini, TVS dan juga agen tunggal pemegang merek (ATPM) lainnya tidak akan menyiapkan strategi khusus untuk menggenjot penjualan motor bebek. (ek)


10/02/2014 16:21   Otomotif     motor   otomotif   pabrikan   penjualan   turun    
     

Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait