Indo Produk Gandeng UMKM Tangerang

ilustrasi

HT, CIKOKOL-Pemeran Indo Produk yang berlangsung di Tangcity Mall diikuti sekitar 11 Provinsi dan menggandeng 50 UMKM menjadi peserta pameran.
“Kegiatan ini untuk kedua kalinya kami gelar di Kota Tangerang. Ada 11 Provinsi dan 50 stand usaha kecil yang bergabung," kata Ketua Panitia, Direktur PT. Prima Cipta Mandiri, Endang kepada hariantangerang.com, Selasa, (01/04/2014).

Menurut Endang, saat ini sebanyak  20 % pelaku usaha dalam negeri  telah didukung  Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Negara juga pemerintah daerah. "Dan berkat dukungan  itu pula, sekarang pelaku usaha sudah bisa mandiri," ujarnya.

Dengan kegiatan pameran ini, lanjut Endang, pihaknya berharap para pelaku usaha dapat berpromosi dan memperkenalkan produknya.  "Sehingga kegiatan usahanya dapat berkembang dan memberikan manfaat terutama bagi pengusaha-pengusaha  dalam negeri” terangnya

Lebih lanjut kata Endang sebagai pengusaha swasta pihaknya kedepan akan secara inten bekerjasama dengan pemerintah provinsi, kota, kabupaten, BUMN dan Kementrian Koperasi dan UMKM guna memperkenalkan produk dalam negeri. Hal ini menurut dia perlunya dorongan dan dukungan dari semua pihak terkait.

Selain itu kata Endang kegiatan pameran produk nasional seperti ini akan memberikan peluang kepada pelaku usaha untuk mengembangkan jaringan dalam berpromosi.  

Karena menurut Endang, produk dalam negeri harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional. “Kegiatan ini untuk kedua kalinya kami gelar di Kota Tangerang. Ada 11 Provinsi dan 50 stand usaha kecil yang bergabung. Diantaranya produk batik yang mempunyai design dan corak yang berbeda dan berkualitas ekspor. Dan pernah menjalin kerjasama dengan pengusaha luar negeri,” ujarnya

Pameran  Nasional Produk Dalam Negeri yang melibatkan 11 provinsi di Indonesia ini  akan berlangsung 1-6 April  2014. Produk-produk  asli karya anak negeri ini  diantaranya, bordir, batik, tenun, songket, busana muslim, handycraft, aksesoris, kerajinan kulit, interior dan makanan khas daerah.(fer/ek)


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait