Perumahan Pasar Kemis Didongkrak Alam Sutera Jadikan Apartemen di Cikokol Mesin Uang


HT, SERPONG-PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) tampaknya lebih mengandalkan proyek apartemen di Cikokol sebagai mesin pendapatan dan perumahan di Pasar Kemis.
"Apartemen Cikokol menyasar segmen menengah bawah. Di kuartal I lalu, pemesannya sudah oversubscribed 1,5 kali," kata Analis Trimegah Securities, Melvina Wildasari,Jumat, (9/05/2014).

Tidak hanya apartemen Cikokol, kata Mevina, bahkan ASRI menjadikan proyek perumahan di Pasar Kemis, Tangerang juga sebagai motor uang. Namun, Melvina memperkirakan, penjualan dari perumahan di Pasar Kemis tahun ini tidak akan berbeda dengan tahun lalu.

Lebih jauh Melvina memprediksi ASRI tidak bisa lagi mengandalkan kawasan Alam Sutera lantaran unit properti yang belum terjual tinggal sedikit. Maka itu, hasil pra penjualan ASRI di kuartal I-2014 turun 64% menjadi Rp 850 miliar.

Meski demikian, Natalia melihat, hasil pra penjualan ASRI kuartal I-2014 masih sejalan dengan estimasi. Dia memproyeksikan, marketing sales ASRI tahun ini hanya sebesar Rp 4 triliun.

Dia bilang, perkantoran The Tower di Jakarta, apartemen di Cikokol, serta penjualan tanah di Alam Sutera dan Pasar Kemis masih akan menjadi penopang kinerja dalam jangka pendek.

Analis Mandiri Sekuritas, Liliana S. Bambang dan Rizky Hidayat dalam risetnya, 2 April 2014, memperkirakan, penjualan The Tower berpotensi melambat karena berada di kawasan central business district (CBD) dengan banyak jaringan perkantoran.

Natalia memprediksi, pendapatan ASRI tahun ini hanya akan mencapai Rp 3,3 triliun lebih rendah dari tahun lalu Rp 3,7 triliun. Tapi, laba bersih ASRI masih akan naik 25,43% menjadi Rp 1,1 triliun.

Liliana menghitung, pendapatan ASRI tahun ini bisa mencapai Rp 3,8 triliun dengan laba bersih Rp 1,35 triliun.  Ia menyarankan neutral saham ASRI dengan target harga Rp 680.

Sedangkan, Natalia dan Melvina merekomendasikan hold saham ASRI dengan target harga masing-masing Rp 580 dan Rp 600 per saham. Kemarin, harga ASRI turun 0,97% ke Rp 510 per saham.  (ek)


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait