KPR Lewat FLPP Dihapus BTN Yakini Ada Skim Baru Subsidi Rumah


HT, JAKARTA-PT BTN Tbk diminta tetap konsentrasi pada bisnis inti, yakni melalukan pembiayaan terhadap rumah rakyat menengah ke bawah. Meski program rumah subsidi selalu berubah metodenya.
Skema KPR FLPP sendiri dilakukan sejak 2010. "Saya yakin pemerintah sudah menyiapkan skim baru untuk perumahan subsidi," kata Direktur Utama BTN Maryono kepada wartawan, Kamis, (8/05/2014).

Seperti diketahui, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan menghentikan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), khususnya untuk rumah tapak (landed house).

Ketentuan tersebut berlaku efektif per 1 April 2015. Kendati demikian, PT Bank Tabungan Negara, Tbk (BTN), sebagai penyalur KPR FLPP terbesar, akan fokus pada sektor pembiayaan rumah rakyat. "Saat iniporsi penyaluran KPR FLPP BTN sebesar 95% dari target pemerintah," tambahnya.

Bahkan Mantan Dirut Bank Mutiara ini mengaku optimis target pemerintah untuk BTN akan tercapai pada 2015. Sementara itu, portfolio rumah subsidi di BTN sebesar 45 persen, sedangkan sisanya atau 55 persen adalah KPR nonsubsidi. "Artinya BTN tak hanya mengandalkan program pemerintah tapi juga mengandalkan market dari KPR meskipun sudah dilakukan oleh bank-bank lain," ujarnya.

Saat ini pangsa pasar BTN untuk KPR sebesar 24 persen.Dengan dicabutnya program tersebut, portfolio KPR bersubsidi di BTN bisa digantikan dengan KPR nonsubsidi.

Lebih jauh Maryono menjelaskan, Perseroan memiliki target kredit setiap tahunnya dan target tersebut harus tercapai. Di sisi lain, Pemerintah akan tetap mempertahankan subsidi FLPP untuk rumah rusun sederhana milik (Rusunami).

Maryono mengatakan, BTN saat ini telah memiliki portfolio kredit rumah susun bersubsidi. Bahkan jumlah kreditnya lebih banyak karena harganya yang lebih mahal. "Mungkin nanti ada rumah susun yang harganya lebih murah. Memang ke depannya kota besar akan konsentrasi di rusun," pungkasnya. (be/ek)

 

 

 


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait