DPD Perjuangan Bali Jadi Daerah Istimewa


HT, DENPASAR-Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI siap memperjuangkan Propinsi Bali untuk mendapatkan status daerah istimewa ketimbang otonomi khusus (otsus). Alasanya Bali sebagai penghasil devisa negara dari pariwisata.
“Sebagai daerah wisata dunia, PAD Bali dari pariwisata yang dihasilkan mencapai sekitar US$67 juta  per tahun, tapi tidak pernah masuk ke Bali," kata anggota DPD RI terpilih, Shri I IGN Arya Wedakarna MWS III, kepada wartawan, Minggu,(11/05/2014).

Menurut Arya, perjuangan untuk mendapatkan status Otsus memang tidak mudah. Namun perjuangan ini akan menjadi prioritas."Karena  agar Bali bisa mengelola daerahnya secara mandiri dan bertanggung jawab dalam mensejahterakan dan mencerdaskan masyarakat Bali sendiri," ujarnya anggota DPD yang terpilih dengan perolehan suara mencapai 178.934 suara.

Diakui Arya, salah satu target perjuangannya untuk Otsus, adalah mengamalkan nilai-nilai marhaenisme dan Trisakti Bung Karno, ini sebagai tekad untuk memajukan Bali dan sekaligus menjaga etika leluhur bangsa ini, tradisi, adat, budaya, dan agama dari pengaruh global.  "Dulu, kami pernah datang ke Jakarta untuk menuntut hak itu, tapi hanya diberi sekitar 5 persen, dan itu berarti menjadikan Bali sebagai wilayah transit pariwisata,” pendiri Museum Soekarno Center, Gianyar, Bali, Sabtu (10/5/2014).

Selain akan menjalankan tugasnya dalam bidang legislasi, pengawasan, dan anggaran keuangan pusat dan daerah, Arya juga berjanji akan memperjuangkan dan mempertahankan toleransi, keragaman, kebhinnekaan, pluralism, dan nilai-nilai marhaenisme yang dianut oleh rakyat Bali, sejak sebelum bangsa ini merdeka.

“Meski terus dalam pngaruh global, kami yakin toleransi dan kedamaian akan terjaga di Bali. Justru, kami mulai terganggu dengan banyaknya Perda akhir-akhir ini, yang merugikan tradisi rakyat Bali. Seperti produk halal yang bisa mengancam peternak babi di Bali, dan lain sebagainya,” tambah Arya yang juga sebagai politisi Partai Nasional Indonesia Marhaenisme ini.

Diakui Arya, jika di Bali ini terdapat 4 kabupaten yang masih tergolong miskin, karena bukan daerah wisata dan bukan pula penghasil tambang. Namun, jika Bali menjadi daerah istimewa, maka akan bisa mengelola dan membangun Bali secara maksimal. “Maka, bukan saja  ekonomi, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, tapi pendidikan politik juga akan lebih baik, sehingga kita tidak terjebak pada politik uang seperti dalam pemilu sekarang ini. Dan, saya optimis bisa memperjuangkan itu di DPD nanti,”  pungkasnya.

Arya terpilih sebagai anggota DPD RI di urutan nomor 1. DR. Shri I GN Arya Wedakarna M Wedasteraputera (178.934 suara), 2 Kadek Arimbawa (161.607 suara), 3. A.A. Ngurah Oka Ratmadi, SH (150.288 suara), dan 4.Gede Pasek Suardika (132.887 suara)

Sementara itu anggota DPR RI terpilih antara lain; 1. Ir. Wayan Koster (PDI Perjuangan, 260342 suara), 2. Made Urip (PDI Perjuangan, 166430 suara), 3. Gde Sumarjaya Linggih (Partai Golkar, 141168 suara), 4. Jero Wacik (Partai Demokrat, 104682 suara), 5. I Gusti Agung Rai Wirajaya (PDI Perjuangan, 75252 suara), 6. I Putu Sudiartana (Partai Demokrat, 73348 suara), 7. A. A. Bagus Adhi Mahendra Putra (Partai Golkar, 71964 suara), 8. Nyoman Dhamantra (PDI Perjuangan, 70590 suara), dan 9. Ida Bagus Putu Sukarta (Partai Gerindra, 54655 suara). (ek)


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait