Dewan Kecam Rencana Pengusuran SDN 4 Dan 5 Sukasari

SDN Sukasari 4 Kota Tangerang

HT, KOTA TANGERANG- Rencana Pemerintah Kota Tangerang yang dikabarkan akan menggusur SDN 4 dan 5 Sukasari di Jalan Perintis Kemerdekaan Babakan Kota Tangerang, mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kota Tangerang.
Karena menilai rencana Pemkot Tangerang yang ingin menjadikan kawasan "emas" tersebut sebagai lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hanya akan menguntungkan pihak swasta dalam hal ini Tangerang City, karena mendapatkan fasilitas taman tanpa harus melakukan ruislag.

Hery Rumawatine Ketua DPRD Kota Tangerang saat dihubungi hariantangerang.com lewat pesan singkatnya mengatakan penggusuran SDN 4 dan 5 Sukasari dinilai hanya menguntungkan pihak swasta bukan masyarakat

"Berarti penggusuran SDN 4 dan 5 Sukasari hanya menguntungkan Tang City, dapat taman gratis dari Pemerintah Kota Tangerang tanpa repot-repot ruslag, dan belum tentu menguntungkan buat masyarakat,"katanya Senin (16/06/2014)

Seperti diketahui Yayan Sopyan Kepala Bapeda menilai bahwa keberadaan kedua sekolah tersebut dianggap mengganggu lalulintas pada waktu istirahat tepatnya pukul 12.00 WIB dan tidak pakai perda karena bulan ruslag, saya kira itu program pengembangan sarana pendidikan," katanya.

Namun alasan Yayan ini mengundang banyak pertanyaan, karena berdasarkan informasi yang didapat hariantangerang.com, lahan tersebut sudah dimasukan oleh pengembang Tangerang City sebagai bagian dari kawasan perbelanjaan tersebut, dan akan dibangun untuk kepentingan bisnis.

Kontroversi soal lahan di kawasan Cikokol ini tidak hanya terjadi kali ini saja, sebelumnya beberapa waktu lalu, beberapa LSM yang tergabung dalam ALiansi LSM Tangerang mempersoalkan hilangnya beberapa lahan milik Pemkot Tangerang, yang diduga berubah pungsi menjadi lahan komersil yang kini berdiri pusat perbelanjaan dan apartement di Tangerang City. Namun walau sudah beberapa kali dipersoalkan, sampai saat ini belum ada respone dari Pemkot Tangerang untuk menelusuri aset yang diduga hilang tersebut. (fer/can)


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait