40 Tim Ikuti Kompetisi Barongsai Hari Pertama

ilustrasi

HT, TANGERANG- Hari pertama kompetisi Liong dan Barongsai di tingkat dunia yang di gelar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) di mall @ Alam Sutera diikuti peserta dari 15 Provinsi di Indonesia yang terbagi dalam 40 tim.
Wakil Ketua panitia Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Sunarjaya mengatakan bahwa Kejuaraan Nasional yang dilakukan pada hari pertama dengan kategori Barongsai Tradisional dan Barongsai Alang Rintang diikuti 15 provinsi yang ada di Indonesia. ”Dari total seluruh tim yang mengikuti Kejurnas ini terdapat 40 tim dengan kategori Barongsai Tradisional,” ujarnya.

Menurutnya, untuk melambangkan bahwa Kejurnas Barongsai yang pertama kali diadakan tersebut, pihak panitia telah memakai topi dari khas masing-masing wilayah yang ada di Indonesia. “Dengan memakai topi dari berbagai wilayah kita melambangkan bahwa kita adalah NKRI, dimana para pesertanya terdapat Papua, Aceh, Sulawesi, Gorontalo, Sumatera Utara, Jawa dan Kalimantan,” paparnya.

Diharapkannya, bahwa dengan adanya Kejurnas Barongsai di Mall Alam Sutera dapat mencari bibit-bibit muda yang berprestasi untuk membela Negara Republik Indonesia sehingga bisa bertanding di Asian Games. “Kita mengharapkan sebagai tuan rumah Asian Games tahun depan, kita bisa menampilkan barongsai di Asian Games. Sedangkan untuk Kejurnas Liong besok baru akan diselenggarakannya dimana terdapat anggota TNI yang akan mengikutinya,” jelasnya.

Sementara itu Edi yang merupakan Kopral Kepala dari Kesatuan Arhanud 15 mengatakan, untuk mengikuti kejuaraan FOBI pihaknya telah membawa 30 prajurit, dimana terdapat satu pelatih, satu manager dan sebelas pemain untuk perlombaan Liong.

“Kita harus andil di dalamnya, dimana dengan kejuaraan ini kami bisa menjadikan ajang ini untuk sosialisasi dengan masyarakat dan suatu wadah untuk pengembangan seni dan bakat,” ujarnya yang mengaku sebagai perwakilan dari Jawa Tengah.(ali)


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait