Summarecon Serpong Permainkan Tarif Parkir


HT, SERPONG- Summarecon Mal Serpong (SMS) dianggap menmpermainkan tarif parkir baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Hal ini, menyusul penerapan aturan perparkiran yang dilakukan sepihak, tanpa mengacu pada hukum yang berlaku.
"Tarif parkir Summarecon sudah di luar batas ketentuan undang-undang. Mereka sudah membuat aturan sendiri demi mengeruk keuntungan dari masyarakat yang menggunakan kendaraan," ujar Mad Romli, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang. Haji Ombi, sapaan akrab Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Karenanya, pihaknya akan mengumpulkan data dan keterangan terkait pemberlakuan tarif parkir sepihak dengan harga selangit oleh pusat perbelanjaan mewah di kawasan Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang tersebut. "Kami akan Sidak atau hearing dengan mereka (manajemen SMS-red) terkait masalah ini. Tapi, sebelumnya, kami akan bahas dulu dengan rekan- rekan di komisi," katanya. Diketahui, manajemen SMS menerapkan tarif parkir dengan harga sebesar Rp3 ribu perjam, tanpa batas waktu maksimum. Tarif Rp3 ribu ini, berlaku saat pengunjung mengambil tiket parkir dan masuk di kawasan itu, meski hanya sebentar berada ditempat tersebut. Sedangkan, untuk jenis kendaraan roda dua hanya dikenakan tarif Rp1000 per dua jam pertama, dengan batas maksimum sehari Rp15 ribu. Jika merujuk pada Perda Kabupaten Tangerang Nomor 5/2011, Tentang Retribusi Jasa Usaha, tarif parkir hanya diatur sebesar Rp2 Ribu per dua jam pertama, dengan batas maksimum dalam sehari Rp30 ribu, untuk kendaraan roda empat. Belum lagi, dilahan parkir itu ada juga menyediakan beberapa jenis parkir diantaranya, Vallet Parking dan Very Important Person (VIP) Parking, untuk kelas menengah. Kedua jenis parkir tersebut, memberlakukan tarif berbeda dengan parkir umum. Vallet Parking dan VIP Parking tersebut, menerapkan tarif mencapai Rp30 ribu, hingga Rp100 ribu.(NS)


Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait