Pemkot Targetkan Bentuk Komunitas Sampah Tiap Kelurahan

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang, Ivan Yudhianto. (net)

HT, TANGERANG - Pemkot Tangerang bakal memfasilitasi sarana dan prasarana kepada komunitas peduli sampah, yang ditargetkan akan dibentuk di setiap kelurahan di Kota Tangerang.

Pemkot Tangerang juga terus memberikan pembinaan bagi masyarakat yang antusias terhadap persoalan sampah, tetapi masih bingung untuk memulainya. Bahkan komunitas peduli sampah itu akan terus dibina untuk mengembangkan komunitasnya.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang, Ivan Yudhianto, Selasa (29/12/2015).

"Dengan adanya komunitas ini, kita juga dapat mengurangi pengangguran. Lantaran komunitas bisa memperkerjakan 10 orang. Anggota komunitas peduli sampah juga bukan hanya dari kelas tertentu saja, melainkan dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat umum, pengusaha, pejabat hingga pelajar," katanya.

Dikatakannya, adapun mamfaat dari komunitas tersebut dapat mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk terus melakukan pembinaan. Dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk memperluas jaringannya dalam pembentukan komunitas di setiap kelurahan.

Dijelaskannya, program tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan merupakan bagian dari wujud smart city atau kota cerdas. "Adanya keterlibatan masyarakat yang berkolaborasi dengan pemerintah, merupakan ciri dalam program lingkungan cerdas," ujarnya.

Adapun tujuan dari pembentukan Kampung Bersih Bebas Sampah (Kamsiah) Center, kata Ivan, merupakan sentralisasi pengangkutan sampah di setiap kelurahan dan meningkatkan redukasi sampah di lingkungan. Serta meningkatkan pasrtisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan memperpanjang umur teknis di TPA.

Ketua Paguyuban Masyarakat Kenanga (PMK), Fahrul Roji, mengatakan pada 2017 Pemkot Tangerang akan mencanangkan Kota bersih dari sampah. Artinya mengelola sampah dilakukan dari sumbernya oleh masyarakat yang terbentuk dari komunitas-komunitas.

"Sehingga dibutuhkan relawan yang banyak dalam mengelola sampah. Kedepannya  sampah yang kini berada di TPA Rawa kucing sebanyak 75 persen, setelah dikelola hanya terbuang 30 persen. Dengan begitu umur TPA akan semakin panjang dam warga juga aktif mengelola sampah yang di timbulkan," katanya. (ali)



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait