Airnav Indonesia Bantu Modal 17 UMK

Sekretaris Perusahaan LPPNPI Airnav Indonesia, Ari Suryadharma, saat memberikan sertifikat bantuan modal PKBL kepada sejumlah mitra binaan. (ali)

HT, BANDARA - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) memberikan bantuan modal kepada 17 usaha kecil dan menengah (UKM), melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), di gedung pusat Airnav Indonesia, Jalan Ir Juanda no 1, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Sekretaris Perusahaan Perum LPPNPI Airnav Indonesia, Ari Suryadharma, mengatakan, dana yang dikucurkan untuk 17 UKM yang berada diwilayah kerja BUMN Pelayanan Navigasi itu mencapai Rp 734 juta. Dimana nominal penyaluran bantuan kepada masing-masing UKM juga bervariasi. Tergantung dari jenis usaha dan kemampuan mitra dalam pengembalian pinjaman.

"Jadi sesuai dengan Permen BUMN nomor 9/2015 yang memang paling mendasar itu, tentunya harus mempunyai usaha yang telah berjalan minimum setahun. Kita memberikan bantuan bukan untuk membuka usaha, tetapi justru bagi usaha yang sudah berjalan. Sehingga dengan modal tersebut kita dapat mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Menurutnya, hal yang terpenting dalam pelaksanaan penyaluran program kemitraan BUMN tersebut, yakni tentang pengembalian modal yang bermacam-macam. Tergantung dari kemampuan masing-masing UKM mitra binaan yang telah mendapat kucuran modal.

"Kita tidak menentukan pengembaliannya harus ditargetkan dalam jangka waktu setahun. Disini kita juga ada teman-teman yang paham dengan analisis kreditnya. Dan yang paling penting, ini tidak sama dengan kredit bank karena memang tidak ada unsur bunga. Kami hanya membantu bagaimana untuk mengembangkan usahanya dan melakukan pembinaan terhadap usaha tersebut," paparnya.

 

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan program PKBL Airnav Indonesia mengalokasikan dana yang diambil dari laba bersih perusahaan, dengan tujuan untuk merealisasikan program-program PKBL. Tahun ini Airnav menargetkan dapat merekrut sebanyak 38 mitra binaan yang berada di wilayah kerja Kantor pusat dan kantor cabang JATSC.

"Adapun total anggaran yang kita alokasikan pada tahun ini sebesar Rp 2,1 miliar dengan permitra binaan mendapatkan maksimum senilai Rp 75 juta," jelasnya. (ali)



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait