Pemkot Tangerang Beri Modal UMKM Dengan Bunga Kecil

ilustrasi.(net)

HT, TANGERANG- Pemkot Tangerang melakukan pengembangan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Kota Tanggerang. Diantaranya dengan memberikan permodalan dengan suku bunga yang sangat terjangkau.

Kepala Bidang Perindustrian dan UMKM Dinas Perindustrian Perdag angan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Tangerang, Ahmad Juweni, mengatakan, dukungan pemerintah terhadap usaha kecil dan mikro itu dengan menggandeng perbankan dan non perbankan. 

Sehingga dorongan dukungan modal yang berasal dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dari kementrian itu, diharapkan dapat mengembangkan UMKM tersebut.

"Suku bunganya sangat menjanjikan yakni maksimal 6 persen pertahun. Dimana syaratnya juga harus mendapat rekomendasi dari kami. Kita akan mengawal UMKM yang membutuhkan modal," ujarnya saat di temui hariantangerang.com di ruang kerjanya.

Menurutnya, progran LPDB dari Kementrian membuka seluas-luasnya bagi seluruh UKM yang ada di tanah air.Sehingga program ini diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi yang terus membaik dan daya saing akan meningkat.

"Jika bersaing tapi tidak didukung itu sama saja, dan ini bukan omong kosong. Bahkan modal yang dikeluarkan dari Rp 5 miliar sampa Rp 50 miliar. Adapun data UMKM yang ada di Kota Tangerang berjumlah 8.037 usaha mikro, 428 usaha menengah dan 1477 usaha kecil," paparnya.

Dikatakannya, dukungan permodalan tersebut sebenarnya telah diatur dalam Perpres nomor 98/2014 tentang ijin usaha mikro dan kecil. Dan pemerintah daerah agar membuat regulasi yaitu pendelegasian kewenangan penertiban ijin usaha dan mikro kepada camat, dimana saat ini pemerintah sedang menyusun perwal tersebut.

"Dengan aturan tersebut, dibebaskan untuk tidak ada lagi biaya retribusi atau biaya pelayanan lainnya. Ditambah lagi dengan adanya aturan Permendagri nomor 38/2014 tentang pedoman pemberian ijin usaha mikto dan kecil," ungkapnya.               

Dengan peraturan tersebut, lanjut dia, UKM  yang saat ini ada akan mendapatkan kepastian dan perlindungan. Selain itu mereka juga  mendapat pengakuan legalitas dan dilindungi serta mendapat pendampingan pengembangan usaha.

“Tahun ini baru akan berjalan, sekarang sedang persiapan kordinasi dengan kecamatan. Yang sudah melaksanakan di Denpasar. Ini adalah momen menjaga eksistensi dan daya saing,” jelasnya.(ali)



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait