Warga Keluhkan Pungutan Uang Buku di Tangsel

Ilustrasi.(net)

HT, CIPUTAT - Warga mengeluhkan tingginya biaya buku pelajaran. Bahkan, biaya buku itu dinilai terkesan mengada-ada. Padahal, biaya pendidikan di Kota Tangsel sudah digratiskan.

Menurut Nabilah, salah seorang wali murid di SDN Serua Indah I, Ciputat, dirinya harus mengeluarkan biaya buku sebesar Rp 200 ribuan pada semester lalu. Biaya itu untuk buku LKS.

"Saat ini LKS sudah digratiskan. Namun kini giliran buku lain seperti tematik yang harus bayar. Terkesan diada-adakan saja alasan ini," ujarnya.

Padahal, tambahnya, jika memang Pemkot Tangsel menggratiskan biaya pendidikan, mengapa dirinya beserta orangtua lain harus tetap membayar biaya buku. Yang dirasa dirasa memberatkan pihak orangtua.

"Katanya sekolah gratis, tapi buktinya setiap semesteran masih harus keluar uang ratusan ribu untuk beli buku. Mudah-mudahan bukan hanya sebatas proyek sekolahan dengan distributor buku," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah, ketika dikonfirmasikan wartawan, pihaknya tidak pernah menyarankan sama sekali sekolah untuk menarik biaya buku. "Pemkot Tangsel sudah menganggarkan. Kenapa masih ditarik biaya buku," katanya.

Karena itu, dirinya bakal segera menegur pihak sekolah yang menjual buku. Terlebih dengan harga yang cukup tinggi. "Kami akan evaluasi dan tegur pihak sekolah yang memungut uang buku," katanya. (btr)



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait