Koni Kota Tangerang Kekurangan Fasilitas


HT, TANGERANG - Kucuran dana hibah yang digelontorkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang hingga miliaran rupiah, nampaknya belum cukup untuk memfasilitasi pengembangan dan pelatihan para atlet. Sehingga kesulitan untuk mencari para atlet baru.

Ketua Komite Nasional Indonesia (Koni) Kota Tangerang, Hadi Rusman, mengakui jika pihaknya kekurangan fasilitas untuk mengembangkan para atlet, sehingga kesulitan untuk mencari atlet baru. 

"Anggaran iu memang lebih banyak digunakan untuk pembinaan atlet per triwulan di tiap Cabang Olahraga (Cabor), gaji pelatih, asisten serta atletnya," katanya usai pelantikan Pengurus KONI Kota Tangerang masa bakti 2016-2020.

Untuk itu, pihaknya mencoba untuk mengembangkan  fasilitas atlet dengan membentuk klub-klub olahraga di sekolah-sekolah, serta melakukan kompetisi secara rutin.

"Kita sering mengalaminya. Setiap ada kompetisi, para koordinator kecamatan selalu kesulitan untuk mencari atlet di daerahnya masing-masing. Yang kita lakukan sekarang dengan membuat kompetisi olahraga di sekolah aktif dan membuat klub yang pelatihnya dari Cabor KONI Kota Tangerang," paparnya.

Menurutnya, selain minimnya fasilitas pelatihan, masalah lain yang juga menjadi perhatian seperti warga Kota Tangerang yang menjadi atlet di daerah lain. Yang tergiur dengan gaji atau bonus yang besar bila dibandingkan dengan Kota Tangerang.

"Kejadian seperti ini sering terjadi di sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan antara Tangerang dan Jakarta. Sekolah mereka kerap menggunakan pelatih olahraga dari Jakarta. Kadang mereka ditarik pelatihnya dan ini yang sulit dikontrol. Dengan membuka klub di tiap sekolah diharapkan dapat mencegah kejadian seperti ini," jelasnya. 

Sementara itu, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, yang hadir dalam pelatikan tersebut mengaku akan berupaya untuk membantu KONI dalam pengembangan atlet. Seperti dengan memanfaatkan GOR yang ada di Kota Tangerang. 

"Pemkot Tangerang akan berupaya untuk mengubah pola pikir masyarakat agar bisa menjadikan olahraga menjadi lifestyle di tengah kesibukan mereka. Dan menjadikan olahraga seperti budaya. Dengan mendorong masayarakat agar tertarik dengan pola hidup sehat sehingga diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet untuk kemajuan Kota Tangerang," katanya. (ali)



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months