02/03/2016 20:37   Bisnis     mou ulang   pdam tb   pengolahan air   pt moya indonesia    
     

PDAM TB -PT Moya Indonesia Tekan Kerjasama Ulang

Penandatanganan kerjasama ulang PDAM TB dengan PT Moya Indonesia. (ali)

HT, TANGERANG - Setelah sempat mengalami kendala sejak tahun 2012 terkait pengembangan air bersih, akhirnya Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Benteng (PDAM TB) kembali melakukan kerjasama dengan PT Moya di Hotel Allium, Jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang, Rabu (2/3/2016).

Direktur Utama PDAM TB, Suyanto, mengatakan, kerjasama ulang kali ini merupakan bentuk win win solution yang bertujuan untuk melayani masyarakat dan memenuhi kebutuhan air bersih yang ada di Kota Tangerang. Untuk melakukan itu, pihaknya fokus terhadap zona 2 dan 3. Yakni zona 2 meliputi  Karawaci, Cibodas, Jatiuwung dan Priuk. Serta zona 3 meliputi Karang tengah, Pinang, Larangan dan Ciledug.

"Sedangkan zona 1 (Cipondoh, Neglasari, Benda dan Batu Ceper), nanti PT Moya yang fokus. Karena saat ini PT Moya membangun pipa yang berkapasitas 500 liter perdetik di zona tersebut. Tetapi untuk jaringannya PDAM TB yang akan mengerjakan," ujarnya.

Menurutnya, dalam kerjasama tersebut juga telah mengubah harga air bersih hasil produksi dari PT Moya ke PDAM sebesar Rp 3.750 perkubik menjadi Rp 2.100 perkubik yang pembiayaannya 100% dilakukan PT Moya. Bukan dari bank. Sehingga tidak terbebani bunga. "Namun untuk tarif ke masyarakat tetap tidak berubah," jelasnya.

Dikatakannya, saat ini pelanggan air bersih di PDAM TB berjumlah 28 ribu  dengan pipa berkapasitas 500 liter perdetik. Sehingga dalam waktu dekat pihaknya akan menambah jumlah pelanggan menjadi 30 ribu. Target itu sesuai dengan permintaan Walikota Tangerang sebanyak 20 ribu pelanggan. "Untuk targetnya sendiri kita akan selesaikan dalam jangka waktu tiga  tahun," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Moya, Yuni Supriyanto mengaku mendukung kerjasama pengembangan air bersih tersebut dan tidak menyesal dengan kerjasama yang dilakukan pada awal 2012. Lantaran sempat terhenti dengan sejumlah kendala. "Kami menerima kerjasama ini dan melakukan MoU ini dengan sesadar-sadarnya," ujarnya.

Dikatakannya, kerjasama yang berlaku hingga 25 tahun ini dengan investasi yang telah dikeluarkan pihaknya untuk pengembangan air bersih saat ini sekitar Rp 417 miliar. Dana yang sudah keluar itu sekitar 20% untuk pembengunan pipa. Hanya saja untuk infrastruktur pipanya masih menunggu hasil dari PDAM TB.

"Kita siap melanjutkan kembali setelah tiga tahun menganggur. Produksi 500 liter perdetik sudah siap. Untuk infrastruktur pipa belum, karena kami akan melakukannya secara bertahap sesuai arahan dari PDAM TB yang mengetahui persis wilayah mana saja yang membutuhkan air bersih," tukasnya. (ali)



02/03/2016 20:37   Bisnis     mou ulang   pdam tb   pengolahan air   pt moya indonesia    
     

Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait