Pemasangan Tapping Box, Pemkot Tangerang Nilai AP II Tak Kooperatif


HT, TANGERANG - Pemkot Tangerang menilai PT Angkasa Pura (AP) II, selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tidak kooperatif, terkait rencana pemasangan 20 tapping box di area parkir Terminal 1 dan 2 bandara tersebut. Lantaran dalam 3 kali sosialisasi tersebut tidak pernah dihadiri Senior General Manager (SGM) bandara internasional itu.

"AP II tidak kooperatif. Padahal kita sudah tiga kali melakukan pertemuan untuk sosialisasi pemasangan 20 tapping box di area parkir Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta," ujar Kepala Bidang Pajak dan Pendapatan Lainnya pada Dinas Pendapatan Keuangan Daerah (DPKD) Kota Tangerang, M Arfan, kepada hariantangerang.com.

Ditambahkannya, pertemuan pertama dilakukan di Kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang pada 20 September 2016 lalu. Saat itu SGM AP II Kantor Cabang Bandara Soetta, Suryawan Wakan, hanya diwakili Manajer Akunting, Bahar dan Ahmed dari pihak Non Komersil Bandara Soetta.

"Dan kita kemudian diundang ke Kantor Cabang AP II. Namun ketika kita tiba disana, pertemuan dibatalkan lantaran SGM ada acara mendadak. Padahal kita sudah berkumpul di kantor mereka," kata Arfan dengan nada tinggi.

Kemudian pada 3 November kembali dilakukan pertemuan di Pemkot. Namun, kata Arfan, sayangnya tidak ada petinggi AP II yang datang dan hanya diwakili sejumlah staf, yang tidak bisa mengambil keputusan.

"Mereka memang tidak kooperatif. Padahal kita sudah baik melakukan koordinasi dan sosialisasi. Sebenarnya sesuai peraturan kita tidak perlu melakukan itu, tapi tetap kami lakukan dengan itikad baik," tambahnya.

Namun begitu, masih menurut Arfan, pihaknya akan kembali melayangkan surat terakhir ke AP II pada Kamis (10/11/2016). Dan pihaknya akan tetap melakukan pemasangan 20 tapping box itu pada 14-18 November 2016 mendatang. 

"Jika tidak juga ada jawabn dari AP II, tetap akan kita pasang pada 14-18 November 2016. Jadi tidak benar jika kami belum melakukan sosialisasi. Kami ada bukti notulen, daftar hadir dan foto-foto pertemuan itu. AP II tidak kooperatif," ungkapnya tegas.

Ketika ditanya jika nanti jumlah pajak parkir di Terminal I dan II berbeda atau lebih rendah dari jumlah saat ini yang mencapai Rp 50 miliar/tahun, menurut Arfan, hal itu tidak masalah.

"Dalam sebulan pajak parkir di Bandara Soetta sekitar Rp 4 miliar/bulan atau Rp 50 miliar/tahun. Jika sesudah dipasang tapping box ternyata parkirnya meningkat. Misalnya mencapai Rp 6 miliar/bulan. Kita tidak akan mempersoalkan itu," jelasnya.

Namun, jika PT AP II tidak mengizinkan atau melarang pemasangan tapping box ini, ungkapnya, sesuai peraturan pihaknya bisa melakukan cheker atau pengecekan pendapatan parkir AP II, setahun kebelakang.

"Jika dari hasil ceker diketahui, misalnya ada kekurangan Rp 2 miliar. Maka AP II harus membayar kekurangannya ditambah denda," paparnya.

Sebelumnya, Branch Communication Manager PT AP II Bandara Soetta, Dewandono Prasetyo, kepada hariantangerang.com mengatakan, pihaknya belum mengetahui dan belum mendapatkan sosialisasi dari Pemkot Tangerang.

"Saya belum mengetahui adanya hal itu, karena hingga saat ini belum ada pemberitahuan dari Pemkot Tangerang. Biasanya, kalau seperti itu harus ada pemberitahuan kepada SGM. Tetapi hingga saat ini beliau mengaku belum mengetahuinya," ujarnya.(ali/btr) 



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait