Satpol PP Kota Tangerang Sita Ratusan Botol Miras dan 7 Pasangan Mesum

Kasatpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana (tengah kaos hitam) dan jajaranya bersama ratusan miras yang berhasil diamankan.(btr)

HT, TANGERANG - Satpol PP Kota Tangerang berhasil mengamankan sekitar 694 botol dan kaleng minuman keras (Miras) berbagai jenis, saat razia selama 2 jam di wilayah Kecamatan Karawaci dan Periuk, Kota Tangerang, Jumat (17/03/2017). Selain itu diamankan 7 pasangan mesum diamankan dalam razia di sejumlah hotel.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman, Gufron Falfeli, razia dilakukan dari pukul 14.00-16.00 WIB. Ratusan botol dan kaleng miras itu diamankan dari sejumlah toko klontong di dua kecamatan tersebut.

Dijelaskannya, razia yang dilakukan pihaknya dalam rangka menegakkan Perda No 7/2005 

tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. 

Ratusan botol dan kaleng miras yang diamankan yakni Bir Anker sebanyak 161 botol, bir kaleng 224 buah, Rajawali 84, Guinnes kaleng 120 buah, Guinnes botol 48 buah dan anggur merah sebanyak 35 botol.

"Razia kali ini kami dapati miras dari warung kelontong. Razia ini juga melibatkan 3 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), aparatur dari Satpol PP sebanyak 16 orang serta sejumlah anggota kepolisian," jelasnya.

Selain mengamankan ratusan botol miras, dijelaskannya, pihaknya juga berhasil mengamankan tujuh pasang yang dicurigai melakukan tindak asusila. Ketujuhnya diamankan dari sejumlah hotel melati yang ada di Kota Tangerang. "Sedang kita data saat ini, mereka dijerat dengan Perda No 8/2005 tentang Larangan Pelacuran," pungkasnya.

Sebelumnya, saat pemusnahan miras dalam rangkaian HUT Kota Tangerang ke 24, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah meminta para camat dan lurah di Kota Tangerang untuk lebih menggiatkan lagi operasi penertiban yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial. Salah satunya menggalakkan operasi pemberantasan miras. (mlk)



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait