Jika Anak Tak Lulus, Seorang Ibu Ancam Bugil

Orangtua Siswa datangi sekolah pertanyakan PPDB (net)

HT, Pondok Aren - Carut marutnya sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online, Ida Farida (42), seorang wali calon murid SMPN 12 Tangerang Selatan, meminta pertanggung jawaban kepada pihak sekolah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel.

Permohonan wanita asal Kampung Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangsel itu, lantaran pihak panitia SMPN 12 Tangsel hingga kini belum  juga dapat memberi kepastian daftar siswa yang akan diterima pihak sekolah.

 

Sehingga ibu empat orang anak yang berkediaman bejarak sekitar 50 meter dengan SMPN 12 Tangsel itu, berjanji akan telanjang di depan pagar sekolah jika hasil pengumuman putrinya tidak diterima. 

 

"Saya warga asli sini dan jarak sekolah dari rumah saya hanya 50 meter. Jadi saya meminta keadilan dan menuntut tanggung jawab pembicaraan panitia sekolah sebelumnya, bahwa untuk masuk di SMPN 12 Tangsel lebih diutamakan zonasi lingkungan," ujar Ida dikediamannya, Kamis (12/7/2017)

 

Sebab hingga saat ini a saat ini, ia bersama warga lokal setempat, belum juga diterima di sekolah sekolah tersenut. "Iya saya mengerti dengan alasan permasalahan server dan sistem PPDB. Tapi saya inginnya para panitia sekolah mengutamakan dulu janji bahwa lingkungan dulu yang diterima," katanya.

 

Jika dalam waktu dekat belum juga ada kepastian dari pihak sekolah, ia akan melukan aksi telanjang bugil seperti yang sebelumnya diucapakan unggahan video berdurasi 1:30 menit di youtube.

 

"Jika memang tidak diterima. Saya akan tetap melakukan aksi telanjang bulat. Aksi saya ini tanggung jawab jajaran panitia sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," cetusnya.

 

Diketahui sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 1:30 menit yang diunggah di youtube, yang terlihat seorang wanita berbaju merah mengenakan kerudung hijau duduk di bawah pepohonan. Dan mengucapkan janji akan melakukan aksi telanjang jika buah hatinya tak diterima di SMPN 12 Tangsel. (dw)



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait