Sistem Zonasi dalam PPDB, Pemkot Tangerang Berencana Ubah Lapangan Sepakbola Jadi Sekolah

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah tinjau lokasi lapangan yang direncanakan akan dibangun sekolah. (dw)

HT, KARANG TENGAH - Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, Senin (17/07) meninjau lokasi yang diusulkan oleh masyarakat untuk menjadi gedung sekolah. Di lokasi yang terletak di RT 02 RW 01 kelurahan Karang Mulya tersebut saat ini digunakan sebagai lapangan sepakbola oleh masyarakat sekitar.

Masyarakat Kecamatan Karang Tengah yang terletak diantara DKI Jakarta dan Cipondoh saat ini memang sangat memerlukan bangunan gedung sekolah terutama SMP, karena selama ini hanya ada satu SMP yang berada di wilayah Karang Tengah yaitu SMP 24.

Diharapkan kedepannya setiap kecamatan memiliki sekolah lanjutan, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat terkait sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sehingga tiap warga kota tangerang dapat mengenyam pendidikan sebaik baiknya.

"Programnya setiap kecamatan dibangun sekolah lanjutan dan kecamatan Karang Tengah belum dapet, kita lagi nyari lahan dan tadi saya lihat sendiri lahannya sudah ada," ujarnya.

"Sekarang tinggal sosialisasi ke masyarakat, tadi warga yang di RW 01 sangat mendukung, kita tinggal bicara dengan masyarakat yang tinggal di perumahan apalagi akses jalannya lewat situ, ya nanti artinya perlu sosialisasi lagi apalagi ini buat kepentingan masyarakat umum," terangnya.

Di lokasi yang berada di samping perumahan Metro Permata Karang Tengah tersebut rencananya juga akan dibangun utilitas lain seperti BLK atau Posyandu buat masyarakat Karang Tengah.

Selain itu, Arief juga meninjau langsung lokasi yang menjadi keluhan masyarakat Karang Tengah terkait genangan yang sering terjadi di Jl. Raden Saleh.

Wali Kota yang ditemani oleh Camat Karang Tengah Mat Robin pun langsung memerintahkan Dinas  Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang untuk segera melakukan perbaikan saluran air di jalan yang menghubungkan Kota Tangerang dengan DKI Jakarta. (dw)

 



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait