Skytrain Bandara Soekarno Hatta Dijadwalkan Beroperasi Awal Agustus

Skytrain Bandara Soekarno Hatta direncanakan mulai beroperasi pada awal Agustus 2017.(net)

HT, BANDARA SOETTA – Tahap pertama proyek pembangunan infrastruktur kereta tanpa awak di Bandara Soekarno Hatta yakni Automated People Mover atau Skytrain, sudah tahap akhir dan dalam waktu dekat lagi akan dilakukan ujicoba. Skytrain tahap pertama akan menghubungkan Terminal 2 dengan terminal 3.

Public Relation Manager PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano menyebut kereta super canggih itu didatangkan oleh PT Angkasa Pura II untuk melengkapi moda transportasi di dalam area Bandara. Rencananya mulai dilakukan ujicoba pada akhir Juli 2017. Kendati demikian ia belum memastikan kapan waktu pastinya terkait proses ujicoba tersebut.

"Dalam waktu dekat ini akan diujicoba. Perkiraan akhir Juli atau awal Agustus tahun ini. Targetnya Agustus 2017 sudah bisa dioperasikan," ujar Yado pada Senin (24/7).

Kereta tanpa masinis tersebut memiliki panjang sekitar enam meter. Dengan lebar kurang lebih dua meter. Spesifikasi gerbong Skytrain Bandara Soetta mirip Light Rail Transit (LRT) yang menggunakan sistem Automated Guidway Transit (AGT). Berbeda dengan kereta yang umumnya menggunakan roda baja, Skytrain memakai ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri (self propelled).

Yado menjelaskan cara kerja kereta tanpa awak tersebut menggunakan tenaga listrik yang nantinya akan berjalan secara otomatis dari Terminal 1, Integrated Building, Terminal 2, dan Terminal 3. Sistemnya driverless tanpa masinis.

"Tahapan yang akan kami lakukan ujicoba di antaranya terkait infrastruktur jalur, security dan safety, serta SOP pengoperasiannya," tutur Yado..

Moda transportasi yang baru pertama kali ada di Indonesia ini menelan dana hingga sekitar Rp. 1 triliun. Termasuk dengan pembangunan proyek rolling stock, sistem, dan infrastrukturnya. Lantaran merupakan salah satu fasilitas bandara, pihak Angkasa Pura II mengaku tidak mengenakan biaya untuk moda transportasi tersebut.

Alat transportasi milik AP II itu diproduksi langsung oleh pabrikan Woojin Co. Ltd asal Goesan, Korea Selatan. Skytrain saat ini terparkir di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dan sudah siap untuk dilakukan ujicoba.(dw)

 



Comments

There are no comments

Comments are disabled after three months

Berita Terkait