Bandara I Gusti Ngurah Rai Beroperasi Kembali, Airnav Siagakan Personel 24 Jam


HT, TANGERANG – Menyusul dibukanya kembali Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (29/11/2017) pukul 14.28, aktivitas di bandara tersebut berangsur normal. Guna mendukung pergerakan pesawat, Perum LPPNPI atau Airnav Indonesia, menyiagakan penuh personel Air Trafic Services dan seluruh peralatan pendukung selama 24 jam.

Hal itu dikatakan Direktur Operasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Wisnu Darjono. Dikatakannya, pasca diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM) pencabutan penutupan Bandara Ngurah Rai hari ini, proses penanganan pergerakan pesawat maupun pemanduan lalu lintas udara, dari dan menuju Bali berlangsung normal kembali. 

Pesawat Wings Air tujuan Denpasar - Malang dengan nomor penerbangan WON1840 menjadi pesawat pertama yang meninggalkan Bali petang ini, pukul 16.15 WITA.

"Sedangkan pesawat pertama yang melakukan pendaratan adalah pesawat Lion Air LNI 990 dari Surabaya pada pukul 18.07 WITA," jelas Wisnu Darjono melalui keterangan persnya, Rabu (29/11/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun Airnav Indonesia, sebanyak 25 pesawat standby di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak penutupan hingga hari ini dan siap untuk diberangkatkan ke sejumlah tujuan baik domestik maupun internasional.

Untuk rute domestik, di antaranya meliputi pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan GIA401, kemudian Garuda Indonesia GIA251 tujuan Jogjakarta, Lion Air LNI011 tujuan Jakarta, Lion Air LNI929 tujuan Surabaya, dan Lion Air LNI561 tujuan Jogjakarta. 

Sementara untuk penerbangan internasional, sejumlah penerbangan yang telah terdaftar yakni pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA840 tujuan Singapura; Citilink dengan nomor penerbangan CTV8822 tujuan Nanjing, China, serta pesawat Lion Air LNI2623P dengan tujuan Pu Dong, Shanghai.

Namun Wisnu menegaskan, meski kondisi cuaca dan arah angin mulai membaik, AirNav Indonesia akan tetap memonitor dengan ketat seluruh perkembangan yang terjadi terkait aktivitas Gunung Agung. Koordinasi dengan BMKG dan PVMBG serta pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC), terus dilakukan secara intensif. (btr)



Comments

There are no comments

blog comments powered by Disqus

Berita Terkait